Minggu, 25 Januari 2015

Metode Karburasi

Metode Karburasi
Karburasi adalah sebuah proses penambahan unsur Karbon pada permukaan logam dengan cara difusi untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanisnya. Proses  karburasi  ini  biasanya  dilakukan  pada  baja  karbon  rendah  yang  mempunyai  sifat  lunak  dan  keuletan  tinggi. Mengeraskan  permukaan  dengan  menggunakan  cara  karburasi  adalah  cara  pengerasan  yang  paling  tua  dan  ekonomisKarena  pada  proses  pengerasan  ini  hanya  merubah  komposisi  kimia  dari  baja  karbon  tersebut.
Tujuan Karburasi
  • Menghasilkan permukaan material yang tahan aus terhadap gesekan.
  • Namun tetap ulet pada bagian tegahnya untuk menanggulangi hentakan pada mesin.
Ada 3 cara penambahan karbon atau karburasi :
  1. Menggunakan medium padat atau Pack carburizing.
  2. Menggunakan medium cair atau Liquid carburizing.
  3. Menggunakan medium gas atau Gas carburizing.
Medium padat atau Pack carburizing
Komponen yang akan dikarburisasi ditempatkan dalam kotak yang berisi media penambah unsur karbon atau mediaKarburasi.
karburasi padat
Proses Pack carburizing
Dipanaskan pada suhu austenisasi (842–953 0C). Akibat pemanasan ini, media karburasi akan teroksidasi menghasilkan gas CO2 dan CO.
Gas CO akan bereaksi dengan permukaan baja membentuk atom Karbon yang kemudian berdifusi ke dalam baja.
Medium cair atau Liquid carburizing
Pada karburasi yang menggunakan medium cair atau Liquid Carburizing biasanya pemanasan benda kerja menggunakan garam cair (salt bath) .
karburasi cair
Garam cair terdiri dari campuran sodium cyanide (NaCN) atau potasium cyanide (KCN) yang berfungsi sebagai karburasi agent yang aktif.
Dengan natrium carbonat (NaCO3) yang berfungsi sebagai energizer dan penurun titik cair garam. Dalam praktek, NaCN lebih banyak digunakan karena relaitif lebih murah, lebih banyak menagndung karbon dan titik cair relatif lebih rendah (500°C)
Medium gas atau Gas carburizing
karburasi gas
Setelah permukaan material sudah mengandung cukup karbon, proses dilanjutkan dengan pengerasan yaitu dengan pendinginan (Quenching) untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi.
Pendinginan (Quenching)
  • Setelah permukaan material sudah mengandung cukup karbon, proses dilanjutkan dengan pengerasan yaitu dengan pendinginan (Quenching) untuk mendapatkan kekerasan yang tinggi.
  • Proses pengerasan (quenching) dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu :
  • Pendinginan langsung (Direct Quenching)
  • Pendinginan  tunggal (Single Quenching)
  • Double Quenching

1. Pendinginan langsung (Direct Quenching)
Proses Pendinginan Langsung
Pendinginan secara langsung dari media karburasi
Efek yang timbul adalah kemungkinan adanya pengelupasan pada benda kerja
Pada pendinginan langsung ini diperoleh permukaan benda kerja yang getas.





2. Pendinginan Tunggal (Single Quenching)
Proses Pendinginan Tunggal
Single Quenching merupakan pendinginan dari benda kerja setelah benda kerja tersebut di karburasi dan telah didinginkan pada suhu kamar.
Tujuan dari metode ini adalah untuk memperbaiki difusisitas dari atom ± atom karbon, dan agar gradien komposisi lebih halus.







3. Double Quenching
Proses Pendinginan Langsung (Double Quenching)
Double Quenching adalah proses pendinginan atau pengerasan pada benda kerja yang telah di karburasi dan didinginkan pada temperatur kamar kemudian dipanaskan lagi diluar kotak karbon pada temperatur kamar lalu dipanaskan kembali pada temperatur austenit dan baru didinginkan cepat. Tujuan dari metode ini untuk mendapatkan butir struktur yang lebih halus.








Metode Sianida atau Karbonitridasi Cair

Metode Sianida atau Karbonitridasi Cair

a.       Pengertian Karbonitridasi
Karbonitridasi adalah proses pengerasan permukaan baja karbon rendah (o 0,2%) dengan cara memanaskan nya kedalam lingkungan gas karbon-nitrogen.
Karbonitridasi merupakan suatu proses pengerasan permukaan baja dengan cara pemanasan baja diatas temperatur kritis menggunakan metode penyemprotan gas. Selama proses karbonitridasi berlangsung, atom karbon dan nitrogen terintitisi secara bersamaan kedalam baja melalui penyemprotan media gas ke permukaan baja saat baja mengalami pemanasan. Proses karbonitridasi ini sering juga disebut dengan istilah “Sianida kering”
Proses karbonitridsi biasanya digunakan untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja karbon rendah, dengan jalan memanaskannya dalam lingkungan gas karbon-nitrogen dengan suhu yang lebih rendah dari temperatur karburasi yaitu sekitar 750 s.d. 8900C, dengan kedalaman lapisan sekitar 0,7 mm.
Karbon dan nitrogen bebas yang terbentuk akibat pemanasan akan terdifusi kepermukaan baja bereaksi dengan ferit atau paduan lainnya. Lapisan karbonitridasi lebih tahan terhadap pelunakan sewaktu temper dibanding lapisan hasil karburasi.
b.      Pengertian Metode Sianida (Karbonitridasi Cair)
Sianida merupakan proses penyerapan unsur karbon dan nitrogen pada baja karbon rendah untuk memperoleh tingkat kekerasan yang tinggi pada permukaan baja dalam jangka waktu tertentu. Metode sianida ini dilakukan dengan menggunakan rendaman larutan garam yang terdiri dari senyawa natrium bikarbonat (NaHCO3) dan natrium sianida (NaCN) dengan pencampuran senyawa natrium klorida (NaCl) dan barium klorida (BaCl2) sebagai unsur pereaksi pada saat proses sianida berlangsung. Metode sianidabiasanya dilakukan dengan temperatur pemanasan pada baja sekitar 7600C -8700C.

c.       Proses Karbonitridasi Cair
Proses karbonitridasi biasanya digunakan untuk meningkatkan kekerasan permukaan baja karbon rendah, dengan jalan memanaskannya dalam lingkungan gas karbon-nitrogen dengan suhu yang lebih rendah dari temperatur karburasi yaitu sekitar 750 s.d. 8900C, dengan kedalaman lapisan sekitar 0,7 mm. Karbon dan nitrogen bebas yang terbentuk akibat pemanasan akan terdifusi kepermukaan baja bereaksi dengan ferit atau paduan lainnya. Lapisan karbonitridasi lebih tahan terhadap pelunakan sewaktu temper disbanding lapisan hasil karburasi.
Gambar 1 : Proses Karbonitridasi Conveyor

Sianida merupakan proses penyerapan unsur karbon dan nitrogen pada baja karbon rendah untuk memperoleh tingkat kekerasan yang tinggi pada permukaan baja dalam jangka waktu tertentu. Metode sianida ini dilakukan dengan menggunakan rendaman larutan garam yang terdiri dari senyawa natrium bikarbonat (NaHCO3) dan natrium sianida (NaCN) dengan pencampuran senyawa natrium klorida (NaCl) dan barium klorida (BaCl2) sebagai unsur pereaksi pada saat proses sianida berlangsung. Metode sianida biasanya dilakukan dengan temperatur pemanasan pada baja sekitar 7600C - 8700C

Untuk keperluan isolasi emas,metode yang biasa dilakukan untuk eksploitasinya adalah salah satunya dengan metode sianida.meskipun demikian,ada beberapa kekurangan dari metode sianida,yaitu :
(a) proses berjalan sangat lambat, dan
(b) menggunakan natrium sianida yang sangat beracun (Parkes dan Phil, 1961).

 Selama beberapa abad ini sianida telah menjadi agen “leaching” untuk emas. Sianida memiliki sifat-sifat yang baik, seperti keselektifannya terhadap emas, dan sebelum karbon aktif dikenal, sianida juga cocok untuk recovery emas melalui pengendapan dengan seng. Kabon aktif telah menjadi adsorben yang banyak diminati pada skala industri tambang, khususnya untuk recovery emas. Mekanisme adsorpsi sianida-emas terhadap karbon aktif telah banyak diselidiki dan dipublikasikan. Sianida-emas dengan mudah teradsorp ke karbon aktif dan bisa didesorpsi melalui berbagai metode.

















          

Sistem Penerangan dan Sistem Tanda

Sistem  Penerangan
Lampu Kepala

Fungsi : lampu kepala untuk membungkus berkas cahaya untuk memberikan kuat penerangan kuat penerangan yang cukup pada arah yang kita inginkan.
Lampu kepala pada dasarnya bisa dibagi menjadi 2 :
   Lampu kepala pijar
   Lampu kepala dengan sealed beam
1.    Lampu kepala dengan lampu pijar
Konstruksi

 













Keterangan
1     = Lampu pijar
2     = Reflektor
3     = Kaca bias
4     = Pemegang lampu kepala
5     = Tutup lampu pijar
Reflektor :
reflektor merupakan cermin cekung yang berbentuk parabola fungsinya untuk memantulkan sinar lampu pijar, supaya sifat refleksi cukup baik maka permukaan reflektor dilapisi dengan alumunium. hal ini dilakukan dengan menguapkan pada bidang parabola.
Lampu jauh :
Dengan berpedoman pada sifat reflektor maka filamen lampu jauh diletakkan pada titik api supaya cahaya yang dipantulkan dapat dipantulkan sejajar

 











Lampu dekat :
Filamen lampu dekat terletak di depan titik api, supaya hasil pantulan bisa sempurna ke bawah, maka bagian bawah dan depan filamen ditutup dengan sendok

 









Kaca bias
Pada kenyataannya reflektor parabola itu ditengah-tengah memberikan penyinaran yang terkuat, sehingga akan terjadi suatu bercak cahaya diatas jalan.
Untuk menghindari itu dipasang kaca bias




sinar dari
reflektor
 















Fungsi :
Dengan adanya kaca bias, maka cahaya yang datang akan dibagi-bagi menjadi beberapa fokus baru, yang menyebarkan sinar supaya penerangan di atas jalan lebih sempurna.

Kaca pembias cahaya ini memungkinkan secara langsung penerangan yang lebih baik di depan kendaraan dan pinggir jalan, kaca ini juga membantu pengaturan cahaya lampu dekat dan jauh.
Lampu Tanda Belok dan Haszard

Lampu tanda belok berfungsi untuk :
    Memberi tanda pada orang/pengendara lain, bahwa kendaraan kita akan membelok
    Memberi tanda pada pengendara lain, bahwa kita akan merobah posisi pada jalur yang berbeda
    Memberi tanda berhenti sementara pada salah satu sisi jalan
Lampu tanda belok harus berkedip, lamanya kedipan lampu ini adalah 60-90 kedipan permenit, sedangkan lamanya lampu menyala dan mati adalah kira-kira sama.
Agar lampu dapat mengedip seperti ketentuan diatas, maka pada sistem lampu tanda belok diperlukan suatu alat yang dinamakan PENGEDIP (Flesher)
Macam-macam pengedip
   Model bimetal
   Model kawat panas
   Kondensator
   Transistor
   Sirkuit integritas
Setiap pengedip mempunyai 2 atau 3 terminal penghubung kabel-kabel rangkaian, dengan kode-kode seperti dibawah ini
·       Terminal 49 A; L              =
·       Terminal 49; B; X            =
·       Terminal 31                      =
·       Terminal C                       =
Ke saklar lampu tanda belok
Ke kunci kontak (terminal 15)
Ke massa
Ke lampu kontrol
Terminal 31 dan C adakalanya tidak terdapat pada pengedip, karena terminal 31 langsung berhubungan dengan badan / bodi pengedip, dan terminal C diambil langsung secara paralel dengan lampu-lampu tanda belok.

 














Pengedip Model Bimental
Konstruksi pengedip ini adalah yang paling sederhana, terdiri atas 2 batang logam dengan muai panjang yang berbeda.
Pada mulanya titik kontak dalam keadaan menutup, bila sakelar lampu tanda belok dihubungkan, maka arus dari Baterai, melalui bimental terus ke lampu tanda belok -----, massa, lampu tanda belok menyala
Sebagaimana arus gulungan bimetal, akibatnya bimetal panas Bimetal yang panas akan melengkung, dan memutuskan arus baterai melalui titik kontak, lampu tanda belok akan mati.
Bila bimetal dingin kontak akan berhubungan kembali, demikian seterusnya.
·    Keuntungan          :

·    Kerugian                :

-          Bentuk lebih sederhana
-          harga lebih murah
-          Sangat berpengaruh terhadap perubahan arus dan tegangan
-          Kelebihan beban akan mempercepat kedipan lampu
Penghapus / Pembersih Kaca

Fungsinya untuk : membersihkan kaca mobil dari air dan kotoran yang menempel pada kaca depan, belakang atau kaca lampu kepala
Konstruksi umum
·          

Penghapus kaca depan terdiri dari sebuah motor listrik DC (1) dengan gerakkan berputar, roda gigi transmisi (2), mekanisme penggerak (3) dan lengan penghapus kaca (4).









·           Penghapus laca belakang dan lampu kepala, gerakkan motor dibuat berayun (seperti bandul), sehingga gerakkan motor dapat diberikan langsung pada bagian lengan penghapus kaca, tanpa mekanisme penggerak lainnya.

 









A. Motor dipasang tidak ditengah-tengah           B. Motor dipasang di tengah

Macam-macam gerakan lengan penghapus kaca depan


 





a. Gerakan 2 lengan searah                                   c. Gerakan satu lengan


 






b. Gerakan lengan berlawanan                              d. Gerakan satu lengan diatur
Dari gambar dapat dilihat gambar d adalah gerakan lengan penghapus yang terbaik, karena hampir mengenai keseluruhan permukaan kaca
Rangkaian listrik
·           Motor listrik DC
1.   Dengan magnet permanen
-       Satu kecepatan dan sakelar pemberhentian terakhir

 








-       Pada rangkaian ini ada satu kecepatan saja pada motor, bila sakelar dihubungkan, arus listrik mengalir dari terminal 15 ---- 63 sikat dan massa (31)
Sakelar dimatikan, arus pada terminal 53 a akan diputuskan oleh nok melalui sakelar pemberhentian.
-       Dua kecepatan (dengan tiga sikat)







Kecepatan 1, putaran motor lambat, momen puntir besar
Aliran arus dari terminal 15 ----- 53d ----- 53 ----- sikat (posisi lurus) dan massa 31
Kecepatan 2, putaran motor cepat, momen puntir lebih kecil
Aliran arus dari terminal 15 ----- 53d ----- 53b ----- sikat (posisi miring) ----- massa
Kerja sakelar pemberhenti sama pada semua rangkaian
2.     Dengan magnet listrik

 









Gulungan T (yang paralel dengan jangkar), berfungsi untuk membuat putaran motor tetap.
Catatan : T = Gulungan medan penolong, untuk memperlambat putaran motor dan mencegah putaran motor yang makin lama berputar cepat.
                  U = Gulungan utama (dihubungkan seri dengan jangkar)



-       Pengatur waktu (interval)
Sakelar interval dipakai bila ada hujan gerimis kecil-kecil dan kita tidak memerlukan penghapus kaca yang bergerak terus menerus.
Semua sistem penghapus kaca yang memakai sakelar pemberhentian terakhir bisa dilengkapi dengan interval.

53 M




53 S

Untuk itu kita memasang sebuah relai impuls pada rangkaian penghapus kaca, agar penghapus kaca dapat bergerak secara periodik dengan selang waktu kira-kira 5 detik.




1. Motor penghapus kaca          2. Relai impuls                     3. Saklar iterval
Relai impuls yang memberikan arus listrik secara periodik ke terminal 53, ada yang elektronika ada juga dengan bimetal seperti pada pengedip (flasher)

Lengan penghapus kaca
1.    Lengan penekan
2.    Plat alur penahan
3.    Bibir
4.    Tepi pembersih
5.    Kaca

Bagian pembersih yang terdiri dari : tepi & bibir pembersih terbuat dari karet dan ditahan oleh plat alur penahan agar karet tetap pada posisi lurus pada saat lengan penekan bergerak.
Lengan penekan dikonstruksikan bertingkat agar tepi pembersih dapat selalu duduk dengan rapat sesuai dengan lengkungan kaca.
Lampu Rem dan Lampu Mundur

Lampu rem
Lampu rem berfungsi untuk memberi tanda pada pengendara lain, bahwa kendaraan kita sedang melakukan pengereman.

Lampu rem di atas dapat dilihat dari jauh, meskipun masih ada mobil-mobil diantaranya






Pengemudi pada kendaraan III masih dapat melihat lampu rem di atas yang menyala pada kendaraan I

Rangkaian :

 


1. Sakelar lampu rem
2. Lampu rem







Sakelar lampu rem ada 2 macam
·        Sakelar mekanis             :

·        Sakelar hidraulis             :
dipasang pada pedal rem, sakelar menghubung bila
pedal rem ditekan
dipasang pada silinder utama, sakelar menghubung pada saat tekanan minyak rem sudah mencapai 0,5 – 1,5 bar



 










Sakelar mekanik

 




1.    Saluran minyak rem
2.    Membran
3.    Plat kontak
4.    Terminal-terminal


Bila tekanan minyak rem sudah mencapai 0,5 – 1,5 bar membran (2) akan tertekan, membran juga akan menekan kontak sampai berhubungan .............................. lampu rem menyala.
Lampu kontrol rem
Terletak pada ruang panel berfungsi untuk memberi tanda pada pengemudi, bahwa ada masalah pada rem hidraulis atau rem mekanis (rem parkir) masih bekerja.
Biasanya satu lampu yang menyala dengan warna merah dihubungkan dengan sakelar-sakelar pengontrol rem mekanis, pengontrol permukaan dan tekanan minyak rem.

Lampu mundur

Rangkaian

 


A.  Saklar lampu mundur
B.  Lampu mundur
C. Pengedip
D.Klakson


 


Pada kendaraan-kendaraan besar (truk) lampu mundur dilengkapi dengan sistem suara.
Kenapa pada kendaraan sedan sistem suara tidak diperlukan ?


Gambar sakelar lampu mundur terpasang pada rumah roda gigi transmisi.
Sistem Tanda (Klakson)

1.   

Rangkaian 1 klakson


 





Petunjuk     :



Alasan        :

·           Rangkaian 1 klakson yang sederhana sakelar berfungsi
menghubung arus dari klakson ke massa.
·           Sehingga aliran arus : baterai         sekering        klakson     
sakelar        massa.
·           Mempermudah membuat konstruksi sakelar pada kemudi.

2. Rangkaian 2 klakson :
Petunjuk     :




Alasan        :

·           Kedua klakson melalui relai.
·           Klakson 1 bisa bunyi bersama/tidak bersama klakson 2.
·           Pada waktu di kota hanya menggunakan klakson 1, tetapi kalau di luar kota membutuhkan 2 klakson supaya keras suaranya.










Rangkaian 2 klakson melalui kunci kontak
- Petunjuk      :



·         Klakson tidak bisa bunyi waktu kunci kontak mati
·         Arus pengendali melalui kunci kontak
·         Arus utama melalui Relai dan Sekering
- Sekering   30   Amper.

 





















Kode nomer terminal pada kunci kontak :
P                     : Parkir
75/ACC          : Untuk kelengkapan seperti radio.
15                    : Pengapian/IG

50                    : Starter/ST